9 pagi - 5 sore

Senin - Jum'at

Finroll Building

Kwitang Raya No. 1, 10420

+62 (21) 3193-5519

hello@iloveproperty.id

I Love Property
Semua lebih mudah di App
Unduh Sekarang
Buka

Kisaran harga: Dari untuk

Bandingkan daftar

Login dan Registrasi

Bagaimana cara saya mendaftar di iloveproperty.id baik sebagai agen, agensi, pemilik, pembeli, penjual, atau manajer?

Untuk mendaftar, klik “Register” dibagian menu atas kanan. Isi Username, email, kata sandi, lalu pilih apakah Anda seorang agen, dari agensi, pemilik, pembeli, penjual, atau manajer. Jika sudah terdaftar, maka Anda bisa langsung login dengan menggunakan username dan kata sandi yang sudah dibuat. Selanjutnya, Anda pun bisa melengkapi identitas diri dan memilih salah satu paket yang diinginkan.

Saya lupa kata sandi saya, apa yang harus saya lakukan?

Jika lupa kata sandi, klik “Lost your password?” yang berada tepat di bawah form login. Kemudian, masukkan username atau alamat email yang Anda gunakan pada saat mendaftar dulu. Jika sudah, Anda pun tinggal mengklik link yang tersedia di dalam email Anda untuk mengganti kata sandi yang lama menjadi baru.

Pertanyaan Seputar Properti

Apakah sebuah rumah dapat terdepresiasi nilainya?

Umumnya, properti riil tidak pernah terdepresiasi nilainya, sehingga hal inilah yang menjadikan properti sebagai investasi yang besar. Namun saat memilih rumah, coba pertimbangkan dahulu lokasi dan lingkungannya, karena hal ini dapat memberikan efek pada nilai rumah tersebut di masa depan.

Jadi jika Anda berada di daerah yang baru dikembangkan, lakukan penelitian mengenai pembangunan yang sedang dikembangkan di daerah sekitarnya, untuk menentukan apakah mereka semua dapat mempengaruhi nilah rumah Anda.

Apakah rumah lama memiliki nilai yang sama seperti rumah baru?

Sebenarnya hal ini tergantung preferensi Anda saat mencari rumah, karena rumah lama dan rumah baru sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Contohnya, rumah lama biasanya bisa berharga lebih rendah dibandingkan dengan rumah baru, walaupun hal ini tidak selalu terjadi di setiap tempat dan lokasi, karena beberapa rumah baru bisa berharga lebih rendah dibanding rumah lama. Selain itu, walaupun di rumah baru Anda dapat memilih sendiri seperti apa desain interior yang diinginkan, tetapi pada rumah lama, mereka biasanya bisa memiliki kualitas dan keindahan yang abadi. Sehingga, semua hal ini tergantung pada selera dan gaya hidup Anda yang unik.

Apa yang harus saya pertimbangkan sebelum mencari informasi properti?

  • Pertama, pastikan bahwa Anda memiliki budget yang cukup serta memiliki penghasilan tetap, sehingga jika misalnya Anda berencana membeli rumah secara kredit, Anda pun tidak kesulitan saat membayar tagihan KPRnya.
  • Kedua, setelah menghitung budget dan kemampuan Anda untuk membayar KPR, coba tentukan lokasi yang diinginkan, seperti misalnya apakah rumah tersebut harus dekat dengan rumah orangtua, dekat dengan sekolah anak, dengan dengan pantai, ataupun dekat dengan fasilitas umum.
  • Dan terakhir, setelah mengetahui lokasi dan budget, Anda pun bisa memilih agen atau pengembang properti yang terpercaya di iloveproperty.id.

Apa itu broker properti?

Broker properti adalah seorang agen yang telah terdaftar (agen resmi) yang bertugas menjembatani investor atau pembeli dan penjual, yang ingin menjual, membeli, atau menyewa properti yang diinginkan. Jasa broker properti dalam jual-beli-sewa properti ditopang oleh sinergi dukungan lima stakeholder utama yaitu : Pemerintah, Perbankan, Developer, Asosiasi dan Masyarakat. Cara menjadi Broker properti dengan bergabung pada sebuah Kantor Broker Properti.

Apa saja persyaratan KPR?

Jika Anda ingin membeli rumah KPR, maka ada beberapa persyaratan yang harus Anda penuhi dalam pengajuan KPR. Salah satunya Anda harus berusia minimal 21 tahun dan telah memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/profesional dengan masa kerja minimal 1 tahun (pegawai) atau 2 tahun (profesional/wiraswasta).

Selain itu dalam pengajuan KPR, ada beberapa dokumen yang Anda butuhkan, seperti :

  • Fotokopi KTP/Paspor/KITAS/KITAP
  • Slip gaji bulan terakhir/Surat Keterangan Gaji
  • Fotokopi Rekening Koran
  • Fotokopi Surat Izin Praktek
  • Fotokopi Akte Perusahaan dan atau SIUP dan NPWP
  • Fotokopi Tagihan Bulanan Kartu Kredit 1 Bulan Terakhir
  • Fotokopi Kartu kredit

Tak hanya itu, ada juga hal-hal penting lainnya yang harus Ada perhitungkan saat mengajukan KPR, yaitu:

  • Jika rumah yang dibeli dari perorangan, maka pastikan bahwa sertifikat tidak bermasalah dan ada IMB sesuai dengan kondisi bangunan yang ada.
  • Jika membeli rumah dari developer, pastikan bahwa mereka telah mempunyai izin-izin seperti: (i)  Ijin Peruntukan Tanah : Ijin Lokasi, Aspek Penata-gunaan lahan, Site Plan yang telah disahkan, dsb. (ii) Prasarana sudah tersedia. (iii) Kondisi tanah matang. (iv) Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer. (v) IMB Induk.
  • Kenali reputasi dan pastikan kembali bagaimana track record si penjual (perorangan atau developer) dengan hasil bangunannya.
  • Jangan lakukan transaksi jual beli di bawah tangan. Jika rumah yang Anda beli dalam status jaminan bank, maka lakukan pengalihan kredit pada Bank yang bersangkutan dan dibuat akte jual beli di hadapan pihak notaris. Jangan lakukan transaksi pengalihan kredit “di bawah tangan” atau hanya atas  dasar kepercayaan. Selain itu, tanda bukti jangan hanya berupa kwitansi biasa, karena bank tidak mengakui transaksi seperti ini.

Lebih baik mana, beli rumah rumah atau apartemen?

Rumah dan apartemen sebenarnya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga hal ini kembali lagi pada preferensi Anda saat mencari properti. Beberapa kelebihan dan kekurangan dari kedua jenis hunian ini ialah:

Rumah:

  • Nyaman dan cocok bagi mereka yang suka beternak dan berkerbun.
  • Ada kepemilikan atas lahan.
  • Memiliki lingkungan sosial yang lebih luas dan trebuka.
  • Lebih mudah dijual belikan.
  • Mahal harganya jika lokasinya di pusat kota. 
  • Lebih banyak tersedia dengan harga terjangkau di pinggir kota. 
  • Terbuka kemungkinan untuk didesain kembali atau renovasi berat. 
  • Ancaman banjir selalu mengintai.

Apartemen:

  • Cocok bagi mereka yang menginginkan kehidupan yang serba praktis.
  • Fasilitas yang lengkap seperti supermarket, atm, restoran, dan lain sebagainya.
  • Harganya relatif masih terjangkau dibandingkan dengan rumah.
  • Umumnya berada di pusat kota atau di lokasi-lokasi yang strategis.
  • Bebas dari ancaman banjir.
  • Terbatasnya ruang untuk bersosialisasi.
  • Terkadang tidak diizinkan untuk memelihara hewan peliharaan.
  • Biaya perawatan yang relatif tinggi setiap bulannya.
  • Rawan gempa.

Kapan waktu yang tepat untuk menjual properti?

Jika Anda ingin mendapatkan kesepakatan harga yang tinggi saat menjual properti, ataupun jika Anda ingin agar properti yang dijual cepat laku, maka dalam hal ini Anda perlu memperhatikan timing yang tepat. Berikut tipsnya:

  • Jika di sekitar lingkungan properti Anda terdapat proyek rumah atau apartmen yang sedang dibangun, coba cek harga proyek baru tersebut. Jika selisihnya dengan harga yang Anda patok pada properti Anda tidak terpaut jauh, maka tahan dulu, karena pembeli biasanya akan membandingkan properti Anda dengan harga properti baru tersebut.
  • Jika ada rencana pembangunan infrastruktur baru seperti jalan, pasar, sekolah atau kampus. dan lainnya, maka tunggu sampai  rencana tersebut dirilis ke publik. Jika sudah dirilis, barulah Anda jual properti Anda, karena harga properti dapat terdongkrak dengan sendirinya.
  • Jangan jual properti Anda di saat beberapa indikator ini sedang tinggi-tingginya, seperti misalnya inflasi dan suku bunga BI. Karena, inflasi yang tinggi akan mendorong tingginya suku bunga BI dan ini akan menyebabkan suku bunga KPR/KPA pun tinggi. Sehingga, pembeli yang menggunakan KPR/KPA pun akan menahan niat mereka membeli properti , dan properti Anda pun jadi sulit terjual.

Pertanyaan Mengenai Penjualan

Apa perbedaan antara Pra-kualifikasi dan Pra-disetujui untuk mengajukan pinjaman bank?

Pra-kualifikasi berarti pemberi pinjaman telah mengevaluasi kelayakan kredit Anda dan telah memutuskan bahwa anda mungkin akan memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman sampai jumlah tertentu.

Tapi ini masalahnya: Paling sering, surat prakualifikasi adalah perkiraan – bukan janji – semata-mata berdasarkan informasi yang anda berikan kepada pemberi pinjaman dan evaluasi terhadap prospek keuangan Anda.

Prakualifikasi hanyalah sebuah gambaran finansial yang memberi anda gambaran tentang hipotek yang mungkin anda inginkan.

Mengapa hipotek pra-persetujuan lebih baik?

Surat pra-persetujuan adalah real deal, pernyataan dari pemberi pinjaman bahwa anda memenuhi syarat untuk jumlah hipotek tertentu berdasarkan penelaahan penanggung atas semua informasi keuangan Anda: laporan kredit, rentetan gaji, pernyataan bank, gaji, aset, dan kewajiban .

Pra-persetujuan berarti pinjaman anda hanya bergantung pada penilaian rumah yang anda pilih, sehingga tidak ada perubahan dalam gambaran keuangan Anda sebelum ditutup.

Sebenarnya, surat-surat pra-persetujuan yang dipasangkan dengan kontrak bersih tanpa banyak kontinjensi telah memenangkan perang penawaran melawan semua penawaran tunai.

Sementara prakualifikasi dapat membantu dalam menentukan berapa pemberi pinjaman bersedia memberi Anda, surat pra-persetujuan akan memberi kesan lebih kuat pada penjual dan membiarkan mereka tahu bahwa Anda memiliki uang untuk mendukung penawaran.

Bagaimana saya bisa menghindari asuransi hipotek pribadi?

Cara termudah untuk menghindari Asuransi Hipotek Swasta adalah dengan menurunkan uang muka sebesar 20%; Namun, Asuransi Hipotek Swasta juga bisa dihindari jika anda hanya memiliki 5% atau 10% untuk uang muka. Cara untuk mencapai hal ini adalah melalui kombinasi hipotek pertama dan kedua yang biasa disebut sebagai 80/10/10 ^ s atau 80/15/5 ^ s.

Kedua metode ini menggabungkan lien hipotek pertama untuk 80% dari harga rumah dengan gadai hipotek kedua untuk 10% atau 15% dari harga rumah sehingga sisanya 5% atau 10% sebagai uang muka. Karena hak gadai pertama adalah pinjaman 80% ajaib = untuk penilaian, tidak ada Asuransi Hipotek Pribadi yang dibutuhkan, meskipun hipotek kedua diangkat ke pembiayaan sehingga memungkinkan pengurangan uang muka.

Sementara persyaratan lien kedua tidak semenarik tarif gadai pertama, hipotek kedua masih merupakan bunga hipotek rumah dan oleh karena itu dapat dikurangkan seperti pengembalian pajak federal anda dimana Asuransi Hipotek Pribadi adalah asuransi dan tidak memberikan potongan.

Bagaimana bunga dihitung pada pinjaman hipotek?

Sebagian besar hipotek yang berasal hari ini untuk menghitung bunga tunggakan, tidak seperti pinjaman konsumen yang menghitung bunga sampai dengan tanggal penerimaan pembayaran. Sebagai contoh, ketika peminjam membayar pembayaran hipotek Februari mereka, mereka membayar bunga pada bulan Januari. Metode penghitungan bunga didasarkan pada hari 360 hari dimana setiap bulannya memiliki 30 hari.

Manfaat apa yang saya terima dari asuransi hipotek pribadi?

Asuransi hipotek pribadi adalah polis asuransi yang Anda keluarkan untuk meyakinkan pemberi pinjaman bahwa dia akan menerima uang itu kembali jika Anda harus gagal membayar pinjaman. Hal ini tidak sama dengan memiliki asuransi jiwa pada hipotek dan Anda tidak akan menerima keuntungan finansial dari asuransi jika Anda cacat atau jika Anda meninggal. Asuransi tidak akan melunasi pinjaman untuk Anda dalam salah satu dari kasus tersebut. Ini hanya untuk perlindungan pemberi pinjaman.

Namun, ada keuntungan memiliki asuransi hipotek pribadi bagi peminjam. Bila Anda mengambil kebijakan untuk melindungi kreditur, bank atau lembaga keuangan yang Anda tangani akan memungkinkan Anda membayar uang tebalnya sebagai uang muka. Asuransi ini diperlukan jika Anda meminjam lebih dari 80% dari total harga beli rumah.

Anda dapat memilih untuk memiliki biaya asuransi yang disertakan dengan pinjaman hipotek, sehingga Anda tidak memiliki biaya penutupan tambahan. Biasanya pembayaran premi untuk tahun pertama termasuk dalam biaya penutupan yang harus Anda bayar secara terpisah dari hipotek. Setelah itu jumlah premi disertakan dengan pembayaran hipotek bulanan Anda untuk membayar polis tahun berikutnya. Anda juga dapat memilih untuk melakukan pembayaran sendiri setiap bulan dan hanya membayar premi bulan pertama dalam biaya penutupan.

Manfaat lain dari memiliki asuransi hipotek pribadi adalah bahwa setelah saldo yang belum dibayar Anda berjalan di bawah 80% dari total harga beli, Anda dapat membatalkan asuransi dan Anda tidak perlu membayar premi lagi. Beberapa perusahaan asuransi melakukan ini secara otomatis, tapi Anda harus waspada terhadapnya juga. Mungkin bagi pemberi pinjaman untuk membayar premi atas polis tersebut, namun untuk mendapatkan pengaturan ini, Anda harus membayar bunga pinjaman yang lebih tinggi. Sekali lagi, Anda dapat meminta agar kreditur membatalkan polis ketika Anda telah melunasi 20% dari jumlah hipotek dan meminta tingkat bunga yang lebih rendah. Jika pemberi pinjaman membayar premi, Anda tidak bisa membatalkan polis Anda sendiri.

Apa saja syarat dan bagaimana proses KPR?

Sejatinya dalam beli rumah meski lewat KPR pun, tetap harus siapkan dana lebih untuk membayar sejumlah biaya membeli rumah. Apa saja biaya itu?

  1. Biaya Tanda Jadi. Biaya tanda jadi ini berlaku untuk rumah bekas maupun rumah baru. Biasanya kalau rumah bekas itu kita bayar ke comblang (perantara). Sedangkan rumah baru, biaya tanda jadi ini diminta pihak developer sebagai tanda memesan unit rumah.
  2. Uang Muka. Uang muka mesti disiapkan sejak awal. Ketika sudah mencapai akad kredit dengan bank, barulah melunasi uang muka dengan menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) di depan notaris. SPJB ini merupakan bukti pelunasan uang muka saat akad kredit.
  3. Biaya Notaris untuk Pengikat Kredit dan Sertifikat Tanah. Biaya ini mencakup balik nama sertifikat tanah dan dokumen lain yang berkaitan dengan rumah. Biaya ini menjadi tanggungan pihak pembeli.
  4. Biaya Provisi dan Asuransi. Biaya ini dikutip bank jika KPR disetujui. Besarannya tergantung masing-masing bank. Cuma rata-rata sekitar 1% dari nilai pinjaman. Di samping itu, siapkan juga dana asuransi jiwa dan asuransi kebakaran.
Rincian biaya yang perlu diperhatikan saat KPR.
Begitu sudah siap dengan berbagai biaya yang muncul, berikutnya adalah mengetahui proses mengajukan KPR ke bank.

Apa saja yang harus diketahui:

  1. Pelajari persyaratan pengajuan KPR sehingga mudah melengkapi dokumen.
  2. Akan ada proses appraisal (penilaian) terhadap rumah yang hendak dibeli.
  3. Kalkulasi penawaran bank (suku bunga, biaya akad kredit, asuransi, dan lain sebagainya)
  4. Akad kredit

Lalu apa langkah berikutnya?

Tahapan I: Lengkapi dokumen yang di persyaratkan.

Dokumen pribadi:

  • KTP dan kartu keluarga
  • NPWP
  • Buku nikah
  • Slip gaji
  • Surat keterangan bekerja (bagi pegawai)
  • Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir.

Dokumen rumah yang hendak dibeli

  • Salinan sertifikat tanah
  • Salinan izin mendirikan bangunan (IMB)
  • Salinan surat tanda jadi dari developer/penjual rumah yang menyatakan setuju menjual rumah tersebut.
Pastikan penuhi dokumen semua persyaratan KPR.

Setelah semua dokumen pengajuan KPR lengkap, barulah bawa ke bank. Bank akan memeriksa semua kelengkapan dokumen tersebut secara administratif.

Tahapan II: Proses appraisal

Begitu lolos dari BI Checking dan dianggap layak mendapat pinjaman, maka bank akan melanjutkan proses pengajuan KPR. Biasanya kalau beli rumah lewat developer yang sudah bekerja sama dengan bank, biasanya tahapan appraisal ini tidak dipungut biaya. Pasalnya, bank sudah setuju dengan harga rumah tersebut dan tak perlu lagi menilai harga rumah yang jadi obyek jaminan kredit.

Beda kasus dengan beli rumah bekas atau rumah baru di mana developernya tak bekerjasama dengan bank. Pihak bank akan mengutus petugas untuk menilai atau melakukan appraisal rumah tersebut untuk menentukan harganya.


Sebagai catatan, proses appraisal ini tak gratis. Calon pembeli rumah harus membayar jasa petugas appraisal yang besarannya sesuai dengan kebijakan bank. Lain halnya jika mengajukan KPR ke bank syariah yang tidak memungut bayaran jasa appraisal.

Tahapan III: Kalkulasi Penawaran Bank

Ketika bank sudah menginformasikan appraisal dari rumah tersebut dan setuju mencairkan pinjaman KPR, jangan buru-buru bersorak dulu. Perhatikan beberapa hal sebelumnya mengingat KPR adalah perjanjian utang dengan jangka waktu yang panjang.

Bank akan mengirim petugas appraisal untuk menilai harga rumah.

Apa saja poin yang mesti didalami dari penawaran bank?

1. Perhatikan tawaran suku bunga

Cek besaran suku bunga yang ditawarkan. Di awal biasanya bank menawarkan bunga yang cukup kompetitif, misalnya di bawah 9%/tahun. Cuma umur suku bunga ini hanya untuk maksimal dua tahun saja.  

Sesuai perjanjian, sesudah itu bunga akan menyesuaikan “bunga pasar”.

Begitu BI menetapkan BI Rate tinggi maka otomatis mengerek suku bunga KPR juga. Sayangnya, begitu BI menurunkan BI Rate, bank tak serta merta menurunkan suku bunga kredit. Inilah risikonya meminjam dana KPR ke bank karena terikat dengan peraturan bank.

2. Syarat dan ketentuan

Pelajari syarat dan ketentuan yang digariskan bank. Pasalnya, inilah ‘hukum’ yang berlaku bila jadi ambil KPR dari bank tersebut. Sebut saja peraturan tentang besaran pinalti jika melunasi sebagian atau seluruh utang sebelum masa kredit berakhir.

Maka itu, jika sejak awal berencana melunasi sebagian utang maka carilah bank yang menerapkan biaya penalti yang kecil.

Begitu pun juga tentang denda jika terlambat membayar angsuran. Berapa besaran denda yang diberlakukan bank. Perhatikan juga metode angsuran, apakah lewat potong saldo atau transfer.

3. Cek dengan detail rincian biaya KPR

Jangan abaikan tiap rincian biaya yang timbul begitu KPR disetujui. Misalnya saja biaya provisi, pajak pertambahan nilai (PPN), biaya balik nama sertifikat, dan lain sebagainya.

Tahapan III : Kredit disetujui Bank

Saat akad kredit maka bank memberikan SP3K.

Begitu bank setuju untuk mencairkan KPR, maka akan mengeluarkan SPK (Surat Persetujuan Kredit). Di situ tertulis notaris yang ditunjuk bank untuk mengurus semua persyaratan. Soal tarif notaris, bank biasanya meminta pihak calon pembeli rumah menanyakan langsung ke notaris yang ditunjuk.

Tarif notaris ini meliputi jasa pengurusan dokumen Perjanjian Kredit (PK), Akta Jual Beli (AJB), biaya balik nama, pajak, cek sertifikat, Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan lain-lain.

Tarif notaris ini bisa dinegosiasikan. Tak ada salahnya menawar agar mendapat tarif yang lebih murah. Toh, sekali lagi tarif notaris ini bukan bank yang menentukan.

Tahapan IV: Tanda Tangan Akad Kredit

Penandatangan akad kredit adalah puncak dari proses pengajuan KPR. Proses ini dilakukan di hadapan notaris yang jauh-jauh hari sudah diagendakan. Biasanya seminggu sebelumnya dilakukan pemberitahuan rencana penandatanganan akad kredit.

Pihak yang hadir di akad kredit ini antara lain pihak pembeli (suami dan istri), wakil dari bank, pihak penjual, dan notaris. Semua pihak tidak bisa diwakilkan karena wajib menunjukkan identitas asli ke hadapan notaris.

Masing-masing pihak, baik pembeli maupun penjual rumah, akan menyerahkan dokumen yang diperlukan. Misalnya penjual menyerahkan dokumen terkait rumah (IMB, sertifikat tanah, dll).

Nantinya notaris akan memeriksa semua keabsahan dokumen itu. Misalnya mengecek sertifikat tanah, pajak. Bila semua oke, notaris akan memberikan Surat Tanda Terima Dokumen ke penjual sebagai bukti semua dokumen rumah itu telah berpindah tangan.

Jika semua lancar dan dokumen akad kredit ditandatangani, maka bank akan mentransfer dana ke pihak penjual (developer/pemilik rumah lama). Notaris juga memproses balik nama sertifikat tanah, AJB, ke pemilik rumah baru.

Surat-surat yang diurus notaris itu nantinya diserahkan ke bank bersama surat izin mendirikan bangunan (IMB) sebagai jaminan atas kredit tersebut. Notaris akan memberikan salinan sertifikat itu kepada pihak pembeli dalam jangka waktu tertentu. Bisa tiga bulan atau enam bulan setelah akad kredit.

Tanda tangan akad kredit depan notaris jadi puncak semua proses KPR.

Boleh dibilang, tahapan dan cara mengajukan KPR cukup rumit dan membutuhkan waktu yang panjang. Kadang waktunya antara 6-12 bulan.

Pertanyaan Tentang Sewa Menyewa Properti

Apa yang dilakukan sebelum transaksi sewa properti?

Dapatkan perjanjian sewa rumah tertulis yang mencantumkan syarat dan ketentuan yang berlaku. Jangan pernah membayar dengan cara ditransfer atau dengan cek pribadi. Disarankan saat melakukan transaksi, Anda gunakan saja kartu kredit, sebab beberapa perusahaan kartu kredit sering menawarkan beberapa perlindungan.

Mintalah pendapat keluarga atau teman untuk rekomendasi sewa rumah, jika Anda memutuskan menyewa rumah atau kondominium milik orang asing. Mintalah juga referensi dari orang lain yang pernah tinggal di sana (biasanya di iklan online, suka ada pendapat dari orang yang pernah menyewa).

Tanyakan juga kepada pihak penyewa rumah hal-hal penting lain seperti, objek wisata apa yang terdekat, seberapa jauh rumah dari pusat kota, pom bensin dan pasar tradisional.

Sangat dimungkinkan, sebelum memutuskan untuk menyewa, Anda kunjungi langsung rumahnya. Biasanya apa yang tampak di gambar sering jauh berbeda dengan aslinya.

 

Saya ingin menyewa rumah, apa saja hal-hal yang perlu saya perhatikan?

  1. Survei lokasi sedetail mungkin

Sempatkan waktu untuk mencari tahu sebanyak mungkin informasi tentang rumah yang akan Anda sewa, mulai dari lingkungan sekitarnya, keamanan, tetangga, akses transportasi, fasilitas di sekitar rumah (apakah dekat dengan supermarket, sekolah, perkantoran, dan sebagainya), bebas banjir atau tidak, dan lain sebagainya. Anda juga bisa dengan berkeliling di sekitar kompleks rumah dan menanyakan informasi-informasi lainnya kepada warga setempat.

  1. Buatlah beberapa alternatif rumah yang akan disewa

Sediakan beberapa alternatif rumah lalu seleksi mana yang paling baik dan sesuai dengan budget Anda. Jika tertarik pada satu pilihan, lebih baik jangan langsung memutuskan untuk menyewanya, tetapi periksa dulu dengan hati-hati, bagaimana kondisi bangunan, saluran air, sanitari, pintu, jendela, hingga bagaimana aliran listriknya. Jika kurang memenuhi syarat, Anda bisa mencari pilihan kedua atau ketiga.

  1. Negosiasi harga

Ketika menemukan rumah sewa yang diinginkan, Anda bisa menawar harga sewa per bulan untuk mengurangi pengeluaran. Biasanya, harga sewa akan lebih murah bila Anda membayar untuk enam bulan sampai satu tahun ke depan. Namun jika Anda memiliki budget untuk setahun, sebaiknya bayar sewa sekaligus.

  1. Pastikan fasilitas yang didapat

Sebelum kesepakatan harga, tanyakan apakah biaya sewa sudah termasuk pembayaran listrik, air, dan keamanan. Hal ini untuk mengantisipasi pengeluaran uang Anda per-bulannya. Namun jika uang sewa belum termasuk fasilitas tersebut, maka Anda pun bisa menyiapkan uang untuk kebutuhan tersebut.

  1. Jangan ragu melapor bila ada masalah

Periksa keadaan rumah seteliti mungkin. Jika ada masalah, segera laporkan pada pemilik atau makelar rumah. Misalnya, dinding atau lantai yang telah retak, lampu yang tidak menyala, atau aliran air tidak lancar atau pagar yang rusak. Selain itu pastikan pemilik sudah memperbaikinya sebelum Anda menempati rumah tersebut.

Wajibkah mengembalikan uang sewa?

Pengembalian uang sewa rumah hanya dimungkinkan apabila:

  1. Seluruh pembayaran uang sewa yang sudah dibayarkan tidak bisa diminta kembali oleh pihak penyewa, kecuali pihak penyewa dirugikan oleh pemilik rumah.
  2. Bila rumah yang disewa musnah dan tidak bisa dihuni kembali, pemilik rumah harus mengembalikan uang sewa sesuai dengan waktu yang tersisa.
  3. Bila rumah musnah hanya sebagian saja, hubungan sewa menyewa dapat dilanjutkan berdasarkan kesepakatan
  4. Seluruh pembayaran uang sewa yang sudah dibayarkan tidak harus dikembalikan jika pihak penyewa, membatalkan secara sepihak kesepakatan sewa-menyewa.

Apa saja yang dilakukan sebelum menyewakan rumah?

1. Cat ulang rumah tersebut dan lakukan perbaikan pada bagian yang mulai mengalami kerusakan. Sebab terdapat perbandingan harga sewa rumah signifikan, pada kondisi rumah yang apa adanya dengan setelah sedikit perbaikan.

2. Bila Anda tidak menginginkan resiko kerusakan barang, maka jangan menyewakan rumah sekaligus dengan barang rumah tangganya. Sebab tidak semua penyewa memiliki rasa memelihara terhadap barang sewaan.

3. Lakukan publikasi baik menggunakan kertas yang berisikan rumah dikontrakkan dengan nomer telpon yang dapat dihubungi, yang diletakkan di depan rumah pada area kering dan mudah dibaca. Atau dengan menggunakan jasa perantara atau agen properti yang dapat dipertanggungjawabkan, tetapi resikonya terdapat pemotongan harga sewa sebab terdapat biaya jasa marketing.

4. Ketika terdapat beberapa calon penyewa, lakukan seleksi dari kesesuaian harga yang ditawarkan hingga kondisi penyewa. Contohnya bila penyewa memiliki beberapa anak kecil, maka terdapat resiko rusaknya beberapa fasilitas rumah, seperti tembok yang dicorat-coret.

5. Bila dapat melakukan publikasi hanya melalui pembicaraan dengan teman dekat. Akibatnya penyewa berasal dari orang-orang disekitar mereka. Sehingga Anda dapat memastikan latar belakang dan identitas penyewa secara pasti.

6. Jangan melakukan akad sewa menyewa rumah, tanpa surat perjanjian hitam di atas putih, meskipun penyewa masih memiliki hubungan kekerabatan dengan kita. Sebab hal ini digunakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pahami tentang perlindungan hukum sewa menyewa properti!

Dalam PP no.44/1994 tersebut disebutkan bahwa penghunian rumah oleh bukan pemilik dengan cara sewa-menyewa hanya sah apabila ada persetujuan atau ijin pemilik. Persetujuan ini dapat dibuat dalam bentuk perjanjian tertulis. Ada 3 klausul yang patut diperjanjikan di dalam perjanjian sewa-menyewa, yaitu klausul hak dan kewajiban, klausul jangka waktu sewa dan klausul besarnya sewa.

1. Klausul Hak dan Kewajiban.

Sebagai pemilik rumah, Anda berhak menerima uang sewa dari penyewa dan menerima pengembalian rumah dalam kondisi baik sesuai dengan kondisi yang disepakati dalam perjanjian. Kondisi yang baik tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga non fisik seperti harus bersih dari sengketa dan tidak sedang dijaminkan. Sedangkan pihak penyewa punya hak untuk mempergunakan dan menempati rumah tersebut sesuai dengan fungsinya.

Selain tersebut diatas, dalam klausul perjanjian perlu ditegaskan siapa yang akan membayar tagihan biaya yang timbul selama penyewa menempati rumah (seperti listrik, telepon, PDAM, dan atau saluran televisi berlangganan). Bila biaya-biaya tersebut ditanggung penyewa, sebaiknya Anda meminta uang jaminan kepada penyewa pada saat pembayaran pertama kali. Uang jaminan ini digunakan bila terjadi tunggakan tagihan. Tanpa ada jaminan ditakutkan pada akhir masa sewa, penyewa meninggalkan rumah dalam keadaan terhutang tagihan. Tentunya Anda sebagai pemilik yang akan dirugikan. Sedangkan tagihan Pajak, dalam hal ini Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), tidak ada kewajiban bagi penyewa untuk membayar tagihannya.

2. Klausul Jangka Waktu Sewa.

Dalam perjanjian, Anda juga mesti mencantumkan klausul jangka waktu sewa-menyewa, untuk memastikan kapan berakhirnya hak penyewa dalam menempati rumah. Sehingga, jika penyewa tidak memperpanjang kontrak sewa dengan anda, maka dia berkewajiban meninggalkan rumah tersebut dan menyerahkannya kepada anda, dalam kondisi yang baik secara fisik dan non fisik. Bila penyewa berniat memperpanjang masa sewa, Anda dan penyewa harus membuat perjanjian kontrak yang baru.

3. Klausul Harga Sewa

Anda juga mesti mencantumkan besarnya harga sewa dalam perjanjian berdasarkan kesepakatan antara anda dengan pihak penyewa. Sebelum menetapkan harga, sebaiknya anda survei harga sewa rumah disekitar lokasi dengan tipe yang sama, agar harga yang anda tetapkan tidak terlalu tinggi yang akan membuat pihak penyewa merasa dirugikan, juga tidak terlalu rendah yang tentunya merugikan Anda. Sebelum masa perjanjian kontrak berakhir, anda tidak berhak menaikkan harga sewa secara sepihak.

Anda juga mesti membuat kesepakatan pembayaran. Apakah dibayar setiap 3 bulan, 6 bulan atau 1 tahun. Apabila uang sewa telah dibayarkan, pihak penyewa tidak berhak menarik kembali, kecuali adal hal-hal yang membuat pihak penyewa merasa dirugikan, seperti rumah yang disewa rusak oleh bencana alam dan tidak bisa dihuni kembali.

Bila hal ini terjadi, Anda sebagai pemilik rumah wajib mengembalikan uang sewa sesuai dengan waktu yang tersisa dari perjanjian masa sewa.