9 pagi - 5 sore

Senin - Jum'at

Finroll Building

Kwitang Raya No. 1, 10420

+62 (21) 3193-5519

hello@iloveproperty.id

I Love Property
Semua lebih mudah di App
Unduh Sekarang
Buka

Bandingkan daftar

Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Beli Tanah

Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Beli Tanah

Membeli tanah memang tidak seperti membeli barang kebutuhan atau produk lainnya. Sebab, Anda harus melibatkan analisis yang tepat, benar, dan mendalam.

Hal itu disebabkan karena tanah adalah investasi jangka panjang. Salah dalam perhitungan, Anda bisa mengalami kerugian jangka panjang.

Nah untuk meminimalisir risiko tersebut, ada baiknya Anda untuk membaca beberapa tips menarik di bawah ini, sebelum memutuskan untuk membeli tanah:

1. Lokasi

Lokasi adalah suatu hal yang patut menjadi pertimbangan sebelum membeli tanah. Sebab, apabila tanah tersebut akan dijual lagi, maka otomatis calon pembeli juga akan melihat di mana letak tanah tersebut berada.
Selain itu, usahakan untuk mempertimbangkan tempatnya terlebih dahulu. Cermatilah lokasi tanah apakah berada di daerah rawan bencana, kejahatan, atau tidak. Bila memang iya, sebaiknya Anda tak membelinya, meski harganya terbilang murah.

2. Status

Upayakan untuk membeli tanah yang memiliki kepemilikan status jelas. Apabila harus membelinya dari agen penjualan, maka disarankan untuk memeriksa data dan informasi sang pemilik agar tidak menyulitkan di kemudian hari. Selain itu, sebaiknya Anda juga untuk menggunakan jasa agen properti dalam kepengurusan dokumen. Selain menghindari ribet, para agen tersebut juga sudah berpengalaman. Periksa pula status tanah tersebut apakah bebas dari perkara atau sengketa atau tidak.

3. Dokumen

Anda wajib memeriksa kelengkapan dokumen dan syarat-syarat pendukung lainnya sebelum memutuskan untuk membeli tanah. Apabila status tanah yang sudah Anda beli masih HGB atau Hak Guna Bangun, maka Anda dapat meminta bantuan notaris untuk mengubahnya menjadi SHM.

4. Pemeriksaan oleh PPAT

Untuk memastikan keabsahan sertifikat tanah yang akan dibeli, maka Anda juga dapat meminta bantuan pihak Pejabat Pembuat Akta Tanah atau PPAT yang akan memeriksa keaslian sertifikat tanah tersebut ke BPN ( Badan Pertanahan Nasional). (Baca juga: Cara Jitu Menjual Tanah Luas)

5. Balik Nama

Apabila tanah sudah terbeli, maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan balik nama pada akta tanah tersebut. Langkah ini bertujuan agar Anda tidak kerepotan saat harus membayar pajak atau juga ketika akan menjualnya kembali.

Pos terkait

Berikut Penjelasan Mengenai Perbedaan Rumah Tipe 21, Tipe 36, Tipe 45

Pada dasarnya, suatu komplek perumahan terdiri dari beberapa rumah tipe 21, tipe 36, dan tipe 45....

lanjutkan membaca
oleh Astrid

KPR Tetap Menjadi Pilihan Utama Masyarakat Beli Rumah

KPR Tetap Menjadi Pilihan - Berdasarkan data Bank Indonesia per triwulan I/2018, sebanyak 75,8%...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Sektor Properti Bali Berpotensi Alami Kenaikan

Bank Indonesia memprediksi harga properti residensial pasar primer di Bali berpotensi kembali...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Bergabunglah dengan Diskusi