9 pagi - 5 sore

Senin - Jum'at

Finroll Building

Kwitang Raya No. 1, 10420

+62 (21) 3193-5519

hello@iloveproperty.id

I Love Property
Semua lebih mudah di App
Unduh Sekarang
Buka

Bandingkan daftar

Jakarta Waspada Tenggelam Pada 2050

Jakarta Waspada Tenggelam Pada 2050

Jakarta Waspada – Penurunan muka tanah di Jakarta diprediksi bisa menyebabkan kawasan Jakarta Utara tenggelam pada 2050.

Dikutip dari BBC, pada Minggu (19/8/2018), berdasarkan riset tim peneliti geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB) menemukan bahwa di Jakarta Utara, terjadi penurunan muka tanah 25cm setiap tahun. Ada pun penyebab penurunan muka tanah ini karena pengambilan air yang berlebihan.

Selain di Jakarta Utara, daerah lain di DKI Jakarta juga mengalami penurunan muka tanah. Di Jakarta Barat turun sampai 15 cm per tahun. Jakarta Timur turun 10 cm per tahun. Sedangkan di Jakarta Pusat hanya 2 cm penurunan per tahun dan Jakarta Selatan hanya 1 cm per tahun.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menegaskan kepada stakeholder terkait perencanaan kota dan pembangunan hunian untuk memperhatikan sumber daya air. Bambang menyebut, Jakarta-Surabaya adalah kota kedua terbesar di Indonesia. Menurutnya, dengan konsentrasi penduduk yang besar pemerintah harus punya konsep pengukuran kapasitas metropolitan area, bukan lagi tingkat pemerintah daerah.

“Sebuah kota harus bisa mengakomodir kepadatan, lahannya harus padat. Lahan harus dimanfaatkan seproduktif mungkin,” kata Bambang.

Dia menegaskan, tantangan krisis air bersih di Jakarta disebabkan oleh penurunan muka tanah di Jakarta serta banjir yang semakin meluap. Menurut Bambang, penurunan muka tanah tentu akibat maraknya pembangunan gedung di Jakarta.

Dia menerangkan, saat ini Jakarta membutuhkan 28 meter kubik air, namun yang ada hanya 18 meter kubik. Guna menangani kebutuhan air pemerintah mendistribusikan sumber air bersih dari Waduk di Jatiluhur dan Waduk di Tangerang ke Jakarta.

“Akibatnya, sumur bor yang dilakukan, pengambilan air tanah, itu mempercepat penurunan tanah juga,” tegas Bambang.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Realestat Indonesia (REI) Paulus Totok Lucida menyatakan asosiasi telah memasukkan konsep-konsep penting pembangunan sehat dan hemat air dalam komponen sertifikasi profesi pengembang dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bekerjasama dengan asosiasi. Hal ini dipandang sebagai komitmen asosiasi pengembang menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

“Tentu saja, dengan LSP REI sudah lengkap kriteria green building untuk MBR sampai dengan high rise building,” terang Totok.

Baca juga : BI Mempermudah Aturan Uang Muka Bagi Masyarakat Untuk Kredit Rumah

Sumber Bisnis

Pos terkait

Ini Strategi Menjual Properti ke Generasi Milenial

Finroll.com –  Rumah123.com kembali menyelenggarakan acara rutin tahunan Property Day....

lanjutkan membaca
admin
oleh admin

Jadi Rumah Dinas PNS, Begini Fasilitas Mewah Wisma Atlet

Finroll.com – Wisma Atlet Kemayoran yang sebelumnya digunakan para atlet dan official peserta...

lanjutkan membaca
admin
oleh admin

Selama Periode 2020-2024, Jokowi Targetkan 3,9 Juta Unit Rumah Untuk MBR

Finroll.com — Selama 2020-2024 atau periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi, menargetkan...

lanjutkan membaca
admin
oleh admin

Bergabunglah dengan Diskusi