Memasarkan Properti Secara Online dan Offline

iloveproperty.id_Memasarkan Properti Secara Offline

iloveproperty.id_Memasarkan Properti Secara Online dan Offline Memasarkan Properti Secara Online dan Offline – Dalam menjual rumah, apartemen, atau properti lain, salah satu strategi paling penting adalah memasang iklan. Iklan yang dibuat harus efektif dan tepat sasaran, sehingga mampu menjaring calon pembeli potensial. Seperti fungsi utamanya, publikasi atau iklan bertujuan untuk meyakinkan konsumen akan kebenaran suatu produk properti, sehingga mereka tertarik memilikinya.

Memasarkan Properti Secara Online

Saat ini mulai banyak konsumen yang beralih mengunakan media online untuk mencari properti, khususnya lewat smartphone atau mobile device. Untuk itu, mulai sekarang agen properti harus memperkuat marketing secara online.
Gunakan Portal properti online kebanyakan memiliki fitur member atau anggota, mulai dari yang gratis hingga berbayar. Besarnya biaya untuk menjadi anggota tergantung fasilitas yang didapat.
Misalnya, jika Anda menjadi member premium, listing Anda akan ditampilkan di posisi teratas dalam urutan pencarian sehingga peluang untuk dilihat pencari rumah semakin besar.
Gratis atau berbayar, sebaiknya para broker perlu menjadi member. Dan beriklan di semua portal agar listing Anda bisa dilihat oleh banyak pencari properti.
Dalam memasarkan properti via online, ada beberapa panduan yang sebaiknya menjadi bahan catatan para broker :
• Lampirkan e-broschure agar konsumen punya gambaran sedikit tentang properti yang Anda jual, sebaiknya dengan informasi detail di dalamnya. Mencakup lokasi, jumlah kamar dan kamar mandi, luas tanah/luas bangunan, dan harga permintaan.
• Setelah itu, tambahkan ciri-ciri fisik, fasilitas, dan kondisi rumah. Jangan lupa menyertakan nomor telepon, alamat email, atau alamat situs Anda. Idealnya, panjang deskripsi maksimal 100 kata.
• Tak hanya itu, pemilihan gambar juga sangat efektif dalam menarik minat calon pembeli. Oleh karena itu, disarankan untuk broker mem-posting gambar yang yang jelas (tidak blur), bersih, dan menunjukkan sisi terbaik rumah tersebut. Tonjolkan pula ciri khas rumah yang membedakan iklan Anda dengan iklan lain.

Baca : Mau Tahu Cara Bertahan Bisnis Properti Di Pandemi

Memasarkan Properti Secara Offline

Kendati publikasi secara online lebih mendominasi, bukan berarti iklan offline diabaikan. Jenis publikasi offline yang saat ini masih familiar dan mampu memikat hati calon konsumen adalah spanduk, brosur, lalu koran. Saat hendak menyusun teks dalam spanduk, sebaiknya broker menggunakan gaya bahasa yang sesuai dengan properti yang akan dipasarkan. Bebarapa langkah Memasarkan Properti Secara Offline :
• Sebar Brosur
Jurus pemasaran perumahan dengan membuat brosur seperti menjadi membaca kitab suci bagi umat beragama, hukumnya wajib. Brosur merupakan media yang sangat praktis untuk mengkomunikasikan tentang produk kita kepada konsumen. Memang ada developer yang out of the box yang tidak menggunakan brosur dalam pemasaran produknya, tapi yang berani seperti ini tidak seberapa.
• Buat Spanduk, Baliho, Billboard
Setali tiga uang dengan brosur, spanduk, baliho dan billboard juga merupakan marketing tools yang wajib bagi developer. Terasa hambar jika perumahan yang sedang dipasarkan tanpa dilengkapi spanduk dan kawan-kawannya. Media promosi ini berguna lebih untuk memberikan pesan kepada masyarakat bahwa ada perumahan yang sedang dipasarkan, karena media ini merupakan media outdoor, di tengah keramaian.
Selain itu, desain spanduk dan billboard yang eye catching akan mengena di hati para pelihatnya, dan akhirnya membuat mereka ingin tahu tantang yang diiklankan.
• Buat Umbul-Umbul
Umbul-umbul juga merupakan media promosi out door. Perbedaan dengan spanduk, baliho dan billboard hanyalah pada disain dan penempatan. Jika spanduk, baliho dan billboard bisa berlokasi di mana saja, maka umbul-umbul ditempatkan di lokasi proyek. Kesan yang ingin ditimbulkan dengan pemasangan umbul-umbul ini adalah suasana yang meriah dan memberikan pesan bahwa proyek betul-betul ada dan sedang berjalan.
• Membuat Event Pameran
Pameran bisa dibuat di lokasi keramaian seperti pasar, mall, atau kantor tertentu yang sudah ditetapkan sebagai target market.
• Direct Selling
Merupakan penawaran langsung kepada pangsa yang dituju. Direct selling bisa dilakukan dengan mengundang calon konsumen dengan surat resmi bisa juga dengan mendatangi target secara langsung dan minta izin mempresentasikan produk kita.
Direct selling bisa dilakukan dalam bentuk presentasi kepada beberapa calon konsumen, penawaran one on one atau mengirim surat penawaran atau undangan langsung.
• Direct selling dengan presentasi
Presentasi bisa dilakukan jika Anda memasarkan kepada sekumpulan orang, seperti anggota organisasi, pagawai suatu kantor pemerintah atau swasta, jamaah pengajian dan lain-lain. Sebelum presentasi diadakan tentu ada langkah-langkah persiapan, seperti mengajukan penawaran presentasi kepada pimpinan rombongan atau siapapun yang dapat mengumpulkan massa. Jika target pasar berupa pegawai bisa dilakukan dengan cara mengirimkan penawaran kepada instansi tempat mereka bekerja. Biasanya bagian yang mengurus tentang penawaran seperti ini adalah koperasi karyawan, tapi ngga mutlak juga ini urusan Kopkar, sila hunting ke kantor yang jadi target.
• Direct selling dengan one on one presentation
Lain halnya dengan penawaran one on one dimana penawaran ini dilakukan secara langsung kepada orang yang dituju. Presentasinya tidak perlu secara formal, sambil ngobrol-ngobrolpun ok.
Misalnya perumahan yang Anda bangun tidak jauh dari pasar, maka target pasar yang dituju adalah para pemilik toko yang ada di pasar. Jika target pasar Anda adalah karyawan pabrik, maka bisa juga Anda lakukan penawaran langsung ke tempat para pekerja biasa ngumpul.

Semoga artikel Memasarkan Properti Secara Online dan Offline di atas bermanfaat ! Selamat mencoba !

Baca juga : Anda Mau Menjadi Marketing Yang Handal 

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan