9 pagi - 5 sore

Senin - Jum'at

Finroll Building

Kwitang Raya No. 1, 10420

+62 (21) 3193-5519

hello@iloveproperty.id

I Love Property
Semua lebih mudah di App
Unduh Sekarang
Buka

Bandingkan daftar

MRT di Jakarta Dongkrak Industri Properti!

MRT di Jakarta Dongkrak Industri Properti!

Impian Indonesia lebih dari 30 tahun lalu untuk memiliki sarana transportasi massal berbasis rel Mass Rapid Transit (MRT) kini telah terwujud.

Finroll.com – Gagasan membangun transportasi MRT di Jakarta sebenarnya sudah ada sejak tahun 1985, namun baru pada 10 Oktober 2013 akhirnya dilakukan groundbreaking pembangunan konstruksi MRT Jakarta Fase I.

MRT Jakarta Fase I dengan rute Lebak Bulus menuju Bunderan HI dan sebaliknya memiliki jalur sepanjang 16 kilometer meliputi 10 kilometer jalur layang dan 6 kilometer jalur bawah tanah serta 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah.

MRT Jakarta Fase I ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sekaligus melakukan groundbreaking MRT Jakarta Fase II sepanjang 8,3 km dari Bundaran HI menuju Kampung Bandan/Ancol pada 24 Maret 2019 kemarin.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita menjelaskan bahwa sistem transportasi massal dalam kota memiliki dampak yang sangat nyata pada kenaikan harga properti. Keberadaan koridor transportasi baru atau perubahan sistem transportasi massal akan meningkatkan potensi investasi properti di suatu wilayah.

Terealisasinya MRT Jakarta Fase I ini akan mendongkrak harga properti karena akan meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, dan mengurangi waktu perjalanan.

“Dengan beroperasinya MRT Jakarta Fase I, investasi di bidang properti, akan meningkat di sepanjang jalur MRT tersebut. Harga tanah dan aset properti di sekitar wilayah Jalan Thamrin, Sudirman, Blok M, Fatmawati dan TB Simatupang yang dilalui jalur MRT ini akan terdongrak. Sedangkan wilayah sekitar Lebak Bulus dan TB Simatupang bisa menjadi kawasan pusat niaga baru di Jakarta Selatan,” ujarnya.

Menurut Marine, kehadiran MRT Jakarta juga bisa mendorong masyarakat yang selama ini tinggal di pinggiran Jakarta untuk kembali tinggal di tengah kota. Apalagi menurut data Diskominfo DKI Jakarta, kepadatan penduduk di kelurahan-kelurahan yang memiliki stasiun MRT rata-rata kurang dari setengah dari kepadatan per kelurahan di DKI Jakarta yaitu 22,483 jiwa/km.

Sehingga bisa dijadikan agenda pemerintah untuk melakukan pemerataan kepadatan penduduk ke wilayah yang kepadatannya masih rendah dan dekat dengan stasiun MRT.
Artikel Asli

Pos terkait

Permintaan Coworking Space Semakin Banyak, Ciputra Land Bangun Gedung Perkantoran Baru

PT Ciputra Land Tbk sedang bangun tower ketiga gedung perkantoran di Jakarta Barat. Adapun saat ini...

lanjutkan membaca
admin
oleh admin

Kementerian PUPR Lakukan Revitalisasi 10 Danau Dari 15 Danau Kritis

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak tahun 2016 secara bertahap telah...

lanjutkan membaca
admin
oleh admin

Bersantap Siang di Daerah Blok M, Dubes Jepang Menggunakan MRT Jakarta

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii mengaku, tak sabar ingin menggunakan Moda Raya...

lanjutkan membaca
admin
oleh admin

Bergabunglah dengan Diskusi