9 pagi - 5 sore

Senin - Jum'at

Finroll Building

Kwitang Raya No. 1, 10420

+62 (21) 3193-5519

hello@iloveproperty.id

I Love Property
Semua lebih mudah di App
Unduh Sekarang
Buka

Bandingkan daftar

Pembangunan Ruas Tol Lintas Sumatera Membutuhkan Dana Rp250,5 Triliun

Pembangunan Ruas Tol Lintas Sumatera Membutuhkan Dana Rp250,5 Triliun

PT Hutama Karya ( Persero ) ditugaskan oleh pemerintah untuk membangun proyek strategis yaitu ruas jalan tol lintas sumatera.

Untuk mebangun itu Hutama Karya membutuh dana yang cukup besar. Untuk mendanai 10 ruas tol prioritas pertama, total investasi yang dibutuhkan Rp 250,5 triliun. Sedangkan dana yang tersedia baru Rp 42 triliun.

Sumber pembiayaan Hutama Karya untuk membangun tol Trans-Sumatera itu berasal dari penyertaan modal negara (PMN), obligasi melalui sekuritisasi aset, ekuitas partner, dan dukungan konstruksi. Karena keterbatasan kemampuan keuangan, maka pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberi dukungan berupa penjaminan keuangan.

Alokasi PMN ini diprioritaskan untuk menggarap enam ruas jalan tol. Perinciannya, ruas tol Pekan Baru Dumai sepanjang 131 km mendapatkan Rp 3 triliun, tol Terbanggi Besar- Kayu Agung (185 km) senilai Rp 4 triliun, tol Kisaran-Indrapura (47 km) Rp 1 triliun. Kemudian tol Padang-Pekanbaru (255 km) Rp 2 triliun, tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi Parapat (143 km) Rp 1,61 triliun, dan tol Medan-Aceh (470 km) Rp 886 miliar.

Lintas SumateraHK saat ini mempunyai ekuitas sebesar Rp 8,6 triliun yang bisa di-leverage untuk menjaring dana perbankan. Sehingga likuiditasnya masih cukup untuk menggarap proyek tersebut.

Adapun plafon pendanaan dari perbankan berupa cash loan dan obligasi saat ini mencapai Rp 2,7 triliun. Kini, HK dalam proses meningkatkan kapasitas cash loan Rp 600 miliar menjadi Rp 3,3 triliun dan non-cash loan dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 7,4 triliun.

Hingga semester I-2018, HK meraih pendapatan Rp 9,6 triliun dan laba Rp 614 miliar. Hingga akhir 2018, HK menargetkan mengoperasikan 153,2 km lagi jalan tol yang terdiri dari ruas Medan-Binjai Gate Helvetia-Gate Marelan (2,7 km), Palembang-Indralaya (15 km), Bakauheni-Terbanggi Besar (126,01 km) serta Pekanbaru-Dumai sepanjang 9,5 km.

Herry Trisaputtra Zuna, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyebutkan, proyek tol Trans Sumatera berbeda dengan tol Trans Jawa, sehingga perlu dukungan penuh dari pemerintah.

Maklumlah, tingkat pengembalian investasinya rendah. Alhasil, investor swasta tidak tertarik berinvestasi.

Baca Juga : Tol Lampung Digratiskan Hingga Masa Mudik Lebaran 2018

Pos terkait

Gelar Agent Gathering, Bumi Sumber Swarna Pasarkan Perumahan Subsidi Bumi Ketos Regency

Bumi Ketos Regency - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Kementerian PUPR Optimis Program 1 Juta Rumah Akan Selesai Tahun Ini

Kementerian PUPR optimis program 1 juta rumah bakal tercapai di tahun ini. Hingga 10 September...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Deltamas Kokohkan Posisinya Sebagai Pemimpin Penjualan Kawasan Industri

Pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas, terus mengokohkan posisinya sebagai pemimpin...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Bergabunglah dengan Diskusi