9 pagi - 5 sore

Senin - Jum'at

Finroll Building

Kwitang Raya No. 1, 10420

+62 (21) 3193-5519

hello@iloveproperty.id

I Love Property
Semua lebih mudah di App
Unduh Sekarang
Buka

Bandingkan daftar

Sektor Properti Bali Berpotensi Alami Kenaikan

Sektor Properti Bali Berpotensi Alami Kenaikan

Bank Indonesia memprediksi harga properti residensial pasar primer di Bali berpotensi kembali tumbuh pada triwulan kedua tahun ini. Setelah pada triwulan pertama mengalami pelambatan berdasarkan survei yang digelar bank sentral itu.

“Kami mencatat hasil survei yang menyebutkan pertumbuhan perkiraan harga properti residensial mencapai 0,78 persen”. Kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana di Denpasar.

Menurut dia, survei menunjukkan peningkatan harga tertinggi pada triwulan kedua. Tahun ini diperkirakan terjadi pada rumah tipe menengah yang mencapai 1,24 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

Rumah tipe kecil dan besar masing-masing juga diperkirakan tumbuh 0,43 persen dan 0,69 persen.

Pelonggaran LTV yang mulai berlaku 1 Agustus 2018 itu diharapkan menjaga momentum pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.

Dengan kelonggaran tersebut, pembelian rumah pertama dengan ketentuan uang muka (DP) diserahkan sepenuhnya kepada perbankan dengan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian dan perlindungan konsumen.

Apalagi sektor properti menimbulkan efek ganda yang besar di antaranya seperti tenaga kerja dan mendorong konsumsi khususnya kebutuhan konstruksi.

Sementara itu Analis BI Bali Umran Usman mengatakan perbankan bisa memberikan pembiayaan penuh hingga 100 persen dengan adanya relaksasi LTV untuk KPR rumah pertama setelah mempertimbangkan faktor risiko debitur.

Artinya debitur bisa membeli rumah dengan fasilitas KPR tanpa uang muka asal sudah melalui penilaian bank terkait manajemen risiko debitur.

Bank sentral menyerahkan ketentuan uang muka kepada masing-masing bank untuk rumah pertama semua tipe.

Sementara itu LTV rumah kedua dan seterusnya ditetapkan 80-85 persen, yang berati uang muka sebesar 15-20 persen.

Sebelum adanya kebijakan relaksasi LTV itu, lanjut dia, pembiayaan KPR dengan luas rumah di atas 70 meter persegi oleh bank maksimal 85 persen atau uang muka dari debitur mencapai minimal 15 persen.

Kebijakan kelonggaran LTV itu diharapkan mendongkrak sektor kredit khususnya properti sebagai kebijakan makroprudensial yang akomodatif setelah BI menaikkan suku bunga acuan mencapau 5,25 persen.

Baca Juga : KPR Tetap Menjadi Pilihan Utama Masyarakat Beli Rumah

Pos terkait

Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Beli Tanah

Membeli tanah memang tidak seperti membeli barang kebutuhan atau produk lainnya. Sebab, Anda harus...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Berikut Penjelasan Mengenai Perbedaan Rumah Tipe 21, Tipe 36, Tipe 45

Pada dasarnya, suatu komplek perumahan terdiri dari beberapa rumah tipe 21, tipe 36, dan tipe 45....

lanjutkan membaca
oleh Astrid

KPR Tetap Menjadi Pilihan Utama Masyarakat Beli Rumah

KPR Tetap Menjadi Pilihan - Berdasarkan data Bank Indonesia per triwulan I/2018, sebanyak 75,8%...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Bergabunglah dengan Diskusi