9 pagi - 5 sore

Senin - Jum'at

Finroll Building

Kwitang Raya No. 1, 10420

+62 (21) 3193-5519

hello@iloveproperty.id

I Love Property
Semua lebih mudah di App
Unduh Sekarang
Buka

Bandingkan daftar

Usai Renovasi, Ini Plus-Minus Stadion Utama Gelora Bung Karno

Usai Renovasi, Ini Plus-Minus Stadion Utama Gelora Bung Karno

Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, telah diresmikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Minggu (14/1/2018).

Pasca diresmikan, stadion ini pun langsung digunakan untuk pertandingan persahabatan antara Timnas Indonesia melawan Islandia di hari yang sama.

Menghabiskan dana Rp 760 miliar untuk renovasi, SUGBK disebut-sebut setara dengan stadion berskala internasional.

“Ini stadion yang paling bagus menurut saya, mungkin saingannya Tokyo di Jepang itu. Bagus banget stadion ini,” ujar mantan pemain sepak bola yang saat ini aktif melatih pemain, Anjas Asmara.

Ia menilai, hal yang paling menarik baginya adalah dari segi pencahayaan. Lampu stadion begitu terang tetapi tidak menyilaukan. Anjas bahkan tidak melihat adanya bayangan pemain di rumput stadion ketika tengah bertanding.

“Dulu kami main bola bayangan kelihatan, lampunya suram. Sekarang tidak, bagus benar,” kata Anjas.

Harapannya, seperti dikutip dari Kompas, ke depan tidak hanya stadionnya yang bagus, tetapi permainan para pemain sepak bola juga lebih menonjol.

(baca juga:

Catatan minus

Menurut arsitek senior Bambang Eryudhawan, penerangan juga menjadi poin plus dari SUGBK yang baru direnovasi.

“Penerangan terkini di Stadion Utama dan koridor pintu masuk, bagus,” kata Bambang pada akun Facebook pribadinya.

Meski demikian, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan oleh pengelola. Pertama adalah genangan air. Di koridor pintu masuk, masih banyak air tergenang dan bekas tanah yang berceceran. Kualitas pekerjaannya dinilai masih jauh dari harapan.

Genangan air ini terutama ada di bagian depan pintu masuk yakni di tempat penonton mengantre. Genangan cukup tinggi dan luas sehingga sangat mengganggu jika ada orang yang melintas.

Selain itu, menurut Bambang, toilet di tribun atas juga sangat kecil dan posisi urinoir terlalu rendah. Kemudian, pada scoring board juga belum tercantum hitungan waktu bermain. Bambang juga melihat pintu masuk luar di lantai dasar untuk tribun atas hanya ada satu di tiap titik.

“Ini membuat antrean bottle neck dan butuh 50 menit untuk masuk,” kata Bambang.

Masalah serius selanjutnya, menurut dia adalah sampah. Terlihat banyak sampah berserakan, terutama di bagian luar SUGBK dan di area yang tergenang. Sampah ini didominasi plastik botol air mineral.

(baca juga: Begini 7 Cara Cerdas Menghemat Listrik Kulkas)

Pos terkait

Gelar Agent Gathering, Bumi Sumber Swarna Pasarkan Perumahan Subsidi Bumi Ketos Regency

Bumi Ketos Regency - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Kementerian PUPR Optimis Program 1 Juta Rumah Akan Selesai Tahun Ini

Kementerian PUPR optimis program 1 juta rumah bakal tercapai di tahun ini. Hingga 10 September...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Deltamas Kokohkan Posisinya Sebagai Pemimpin Penjualan Kawasan Industri

Pengembang kawasan industri terpadu Kota Deltamas, terus mengokohkan posisinya sebagai pemimpin...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Bergabunglah dengan Diskusi