9 pagi - 5 sore

Senin - Jum'at

Finroll Building

Kwitang Raya No. 1, 10420

+62 (21) 3193-5519

hello@iloveproperty.id

I Love Property
Semua lebih mudah di App
Unduh Sekarang
Buka

Bandingkan daftar

Ternyata, Tak Banyak MBR yang Tertarik DP Rumah 1 Persen

Ternyata, Tak Banyak MBR yang Tertarik DP Rumah 1 Persen

Saat ini, masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum bisa memiliki rumah. Kondisi ini pun membuat pemerintah melakukan berbagai cara agar MBR juga bisa memiliki sebuah rumah, di antaranya melalui skema bantuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Lewat skema ini, MBR yang hendak membeli hunian, baik rumah tapak maupun rumah susun sederhana, bisa memilikinya hanya dengan uang muka atau down payment (DP) 1 persen.

Meski uang mukanya relatif rendah, menurut Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti, tak banyak MBR yang berminat membeli rumah dengan DP kecil.

Hal itu diketahui, setelah Lana meminta Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) membuat riset terkait rata-rata uang muka yang disetorkan masyarakat saat membeli rumah.

“Nah ternyata, DP 1 persen itu angkanya kecil sekali cuma 0,5 persen. Yang berikutnya DP 5 persen mungkin sekitar 20-an persen, yang terbesar justru DP 9-10 persen,” kata Lana, seperti dikutip dari Kompas.

Lana menduga rendahnya minat DP 1 persen ini lantaran besarnya cicilan per bulan yang harus dibayar.

“Jadi, sebetulnya kan gini, dengan DP yang lebih besar kreditnya kan makin kecil. Kalau dilihat angsuran per bulannya kan bisa lebih kecil, kreditnya juga mengecil,” kata dia.

Kendati demikian, ia menambahkan, bukan berarti program DP nol rupiah yang dirancang Pemprov DKI tak bisa dilaksanakan.

Pasalnya, selama ini pemerintah pusat tidak pernah mengatur batasan uang muka yang harus disetorkan masyarakat kepada perbankan.

Hanya, di dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) disebutkan, bahwa mekanisme loan to value yang dapat diberikan perbankan itu bisa mencapai 95 persen.

Lana memastikan, akan membahas lebih lanjut terkait rencana program Pemprov DKI tersebut. Namun demikian, dalam realisasinya, pemerintah pusat akan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.

“Sebenarnya kan tergantung kebijakan masing-masing Pemda ya. Nah ini yang terus dan tidak ada pengecualian untuk program pemerintah. Ini mungkin yang perlu bahas lagi baiknya gimana,” kata Lana.

Baca juga: PUPR Terus Pacu Pengembang Lebih Aktif Bangun Program Satu Juta Rumah

Pos terkait

Jakarta Pusat Adalah Tempat Favorite Untuk Mendapatkan Apartemen

Pengembang Capital Group, yang membangun apartemen Capitol Suites, menyatakan bahwa area yang...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Investasi Real Estate Di Singapora Meningkat Pada Kuartal II/2018

Berangkat dari kondisi kuartal I yang kondusif, pasar investasi real estate di Singapura meningkat...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Vasanta Group Berkolaborasi Dengan Investor Asal Korea Kembangkan Proyek Vasanta Innopark

Vasanta Group akan bekerjasama dengan investor asal Korea Selatan, Lotte E&C untuk...

lanjutkan membaca
oleh Astrid

Bergabunglah dengan Diskusi