Tips Beli Rumah dengan Sesuai Gaji

Tips Beli Rumah dengan gaji kecil

Tips Beli Rumah dengan Sesuai Gaji, Harga rumah yang terus merangkak naik kerap menjadi batu sandungan untuk masyarakat membeli rumah, terutama bagi mereka karyawan yang memiliki gaji sebatas UMR. Bagi pekerja yang hanya memiliki gaji di kisaran Rp.5 juta, mungkin masih beranggapan bahwa memiliki rumah adalah suatu hal yang mustahil. Hal ini biasanya disebabkan karena melihat tren harga rumah yang selalu naik setiap tahunnya, sehingga banyak orang yang khawatir untuk bisa memiliki rumah. Padahal, jika kita pandai mengelola gaji yang diterima, memiliki hunian sendiri bukan lagi sekedar angan-angan.

Berikut langkah-langkahnya Tips Beli Rumah dengan Sesuai Gaji:

1. Harus Hemat dengan Gaji Kecil
Hemat pangkal kaya. Tentu Anda sering mendengar ungkapan tersebut bukan? Walau gaji kecil, untuk membeli rumah, hal pertama yang dilakukan adalah berhemat.
Sebisa mungkin Anda harus benar-benar memperhatikan urusan pengeluaran dalam hal berbelanja, gunakan uang Anda untuk berbelanja keperluan utama, jangan berlebihan apa lagi menggunakan kartu kredit batasi hal tersebut.
Tanamkan dalam diri Anda, rumah adalah keperluan utama, bukan gadget baru, ataupun kendaraan baru. Jadi beli rumah dengan gaji kecil bukanlah hal yang tidak mungkin.

2. Menabung Walau Gaji Kecil
Sekadar hemat tentu tidak cukup, Anda pun diwajibkan untuk menabung dengan konsisten. Sisihkan uang gaji Anda minimal 20 persen setiap bulannya, buatlah rekening khusus pada bank dan jangan bercampur dengan rekening untuk pengeluaran harian.
Lantas bagaimana jika pendapatan yang didapat ternyata hanya cukup untuk keperluan sehari-hari? Kalau sudah begini ceritanya tentu Anda harus mulai untuk berpikir mencari penghasilan tambahan, mulailah untuk membuat bisnis sampingan guna menambah pundi-pundi rupiah Anda.
Pilih bisnis sampingan yang tidak menghabiskan banyak modal seperti agen properti ataupun bisnis online.

3. Menabung di Awal Gajian
Menabung adalah langkah pertama yang harus Anda lakukan. Tujuannya adalah mengumpulkan modal awal untuk membayar uang muka (DP).
Perlu Anda ingat bahwa saat ingin menabung maka menabunglah di awal gajian, jangan malah menabung dari sisa gajian. Sebab biasanya jika orang menabung dengan mengandalkan sisa gaji, uang yang disetorkan ke tabungan akan selalu fluktuatif tergantung dari kondisi keuangan Anda saat itu.
Anggaplah dalam satu bulan Anda menabung sebesar 20% dari gaji, setelah itu Anda bisa mengukur berapa lama waktu yang diperlukan untuk membayar uang muka rumah yang biasanya berkisar di angka 15% dari total harga rumah tersebut.

4. Jangan Berutang
Satu yang harus menjadi catatan untuk Anda saat memutuskan untuk membeli rumah adalah jangan berutang untuk hal lain. Pastikan diri Anda sedang tidak memiliki cicilan saat akan membeli rumah.
Ini menjadi penting agar gaji Anda tidak dialokasikan ke cicilan utang yang lain sementara Anda juga memiliki kewajiban untuk membayar cicilan rumah Anda nantinya. Jika masih memiliki utang, maka lunasi dulu utang yang ada agar tidak menjadi beban setelahnya.

5. Alokasikan untuk Kebutuhan Bulanan
Kebutuhan bulanan adalah hal yang harus Anda penuhi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengalokasikan uang Anda ke pos lainnya. Prioritaskan kebutuhan Anda sehari-hari seperti kebutuhan transpor dan makan sehari-hari, kemudian dilanjutkan ke kebutuhan berikutnya.
Sementara untuk pengeluaran yang bersifat hiburan, Anda harus menempatkannya setelah gaji Anda dialokasikan untuk membeli rumah impian. Dengan begitu, tujuan anggaran setiap bulan akan lebih jelas dan terukur dengan baik.

6. Jangan Mengontrak
Jangan pernah terlintas di pikiran Anda untuk mengontrak, karena hal tersebut justru akan membuat boros.
Contohnya jika Anda kebetulan mengontrak dengan biaya Rp 1 juta per bulan, maka dalam waktu setahun dana yang harus dikeluarkan berjumlah Rp 12 juta. Angka tersebut sebenarnya dapat digunakan sebagai uang muka untuk membeli rumah subsidi.
Jadi, sebaiknya sebisa mungkin Anda tidak memilih mengontrak. Namun, jika hal tersebut terpaksa dilakukan, sebaiknya Anda mencari rekan yang dapat diajak untuk patungan membayar kontrakan.

7. Pilih KPR
Setelah berhasil untuk mengumpulkan uang down payment dari berhemat dan menabung, langkah selanjutnya Anda mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR). Langkah ini merupakan solusi yang paling tepat untuk membeli rumah bagi Anda yang tidak memiliki cukup uang untuk membayar dengan cara tunai ataupun cash bertahap.
Jika Anda ingin mengambil rumah dengan skema KPR sebaiknya carilah bank yang menawarkan bunga yang paling rendah karena hal tersebut tentu akan memudahkan untuk membayar cicilan bunga.
Lantas bagaimana ceritanya, jika penghasilan kita ternyata tidak cukup untuk mengajukan KPR. Tidak perlu khawatir. karena Anda pun bisa mengajukan KPR subsidi, jenis kredit ini memang khusus ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Jenis KPR subsidi memiliki banyak keunggulan, seperti harga rumah yang relatif lebih murah, bunga flat 5 persen, dan jangka waktu peminjaman hingga 20 tahun lamanya.

8. Ikut Lelang Rumah
Selain KPR subsidi, sebenarnya ada cara lain untuk mendapatkan rumah dengan harga yang miring, yakni dengan mengikuti lelang rumah.
Dengan mengikuti skema pembelian lelang rumah tersebut, Anda bisa mendapatkan rumah dengan harga yang murah. Pasalnya rumah yang diikutsertakan dalam lelang tersebut merupakan rumah sitaan yang gagal dilunasi oleh debitur KPR bank.
Namun, jika Anda ingin mengikuti lelang rumah, sebaiknya terlebih dahulu mengecek kondisi rumah, beserta akses menuju ke sana, pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik dan bebas banjir.

Nah inilah Tips Beli Rumah dengan Sesuai Gaji, Semoga bermanfaat.

Baca selanjutnya : Ada Lelang Online Rumah Sitaan Bank Harga Rp 150-an Juta, Simak Cara dan Syaratnya

Bergabunglah dengan Diskusi

Compare listings

Membandingkan